SIDE OF LAWAR

WAYAN PUTU MAHARDIKA 19 Juni 2021 15:12:46 WITA

 

Lawar merupakan sebuah perpaduan antara daging cincang dan sayuran, yang dicampur dengan berbagai bumbu serta kelapa parut. Lawar juga memiliki beberapa jenis. Seperti lawar merah dan lawar putih yang masing-masing memiliki arti tersendiri.

Dalam budaya Bali, lawar dimaknai sebagai simbol keseimbangan dan keharmonisan. Makanan khas ini selalu menjadi menu wajib yang selalu dihadirkan oleh masyarakat Bali pada saat upacara adat. Banyak anggapan bahwa lawar merupakan makanan yang haram dikonsumsi karena menggunakan daging Babi dan darah dari hewan yang diolah. Nyatanya, lawar juga bisa dinikmati secara halal.

Dengan melibatkan narasumber-narasumber yang merupakan penduduk asli Bali, film dokumenter ini akan menggali lebih dalam tentang lawar mulai dari makna dan filosofinya, hingga cara pembuatannya yang bisa dilakukan sendiri di rumah.

Lawar bukan hanya kaya akan cita rasanya, tetapi juga kaya akan makna dan filosofinya. Karena lawar, adalah 'makanan khas Bali dengan cita rasa yang tak bisa ditawar'.

Hasil Produksi film dokumenter ini disajikan untuk memenuhi syarat kelulusan mahasiswi tingkat akhir, di LSPR Communication & Business Institute.
--------------------------------------------------------
Lawar is a blend of minced meat and vegetables, mixed with various spices and grated coconut. Lawar also has several types. Like red lawar and white lawar, each of which has its own meaning.

In Balinese culture, lawar is interpreted as a symbol of balance and harmony. This special food has always been a mandatory menu that is always presented by the Balinese people during traditional ceremonies. Many people think that lawar is a food that is forbidden to eat because it uses pork and blood from processed animals. In fact, lawar can also be enjoyed halal.

By involving sources who are natives of Bali, this documentary will dig deeper into lawar, from its meaning and philosophy, to how to make it, which can be done at home.

Lawar is not only rich in taste, but also rich in meaning and philosophy. Because lawar, is 'a Balinese traditional food, with irresistible taste'.

The results of the production of this documentary film are presented to fulfill the graduation requirements for final year students, at the LSPR Communication & Business Institute.
--------------------------------------------------------
• Deta Pramuti as Producer
• Nindya Farhah as Director
• Dian Widianingrum as Unit Manager

Copyright DDN Production, 2021.

#FilmDokumenter #DocumentaryFilm #DesaPejarakan #PejarakanVillage #KulinerkhasBali #BalineseTraditionalFood #LawarMerah #Bali #Lawar #KulinerIndonesia #IndonesianCulinary #LSPR #LondonSchoolofPublicRelations

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Komentar
 

Layanan Mandiri


Silakan datang / hubungi perangkat Desa untuk mendapatkan kode PIN Anda.

Masukkan NIK dan PIN!

Media Sosial

FacebookTwitterGoogle PlussYoutubeInstagram

Statistik Kunjungan

Hari ini
Kemarin
Jumlah Pengunjung

Lokasi Pejarakan

tampilkan dalam peta lebih besar